Perut Gendut Logo

Warung Bu Komang
twitter.com

Bagi Anda yang melakukan tirta yatra ke Pura Jagatnatha Banguntapan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, jangan khawatir tidak bisa menikmati makanan khas Bali.
Di dekat pura, ada dua warung babi guling yang sangat kesohor seantero Jogja, bahkan dikenal sampai Bandung.
Warung Bu Komang, masakan khas Bali.
Plang nama Warung Bu Komang dengan latar berwarna merah itu terlihat jelas di pinggir jalan saat menuju lokasi Pura Jagatnatha Banguntapan, di Jalan Pura 202 Sorowajan, Banguntapan.
Saat memasuki warung tersebut, Jumat (11/9/2015) sore, tampak belasan orang-orang tengah menikmati makanan atau menunggu antrean pesanan.

Warung Bu Komang
TribunTravel.com

Perut Gendut - Sang pelayan pun ikut sibuk melayani para pembeli.
Sementara seorang perempuan berbaju merah sibuk menyiapkan pesanan para pembeli.
Perempuan tersebut adalah Ni Luh Armini, pemilik Warung Bu Komang.
Yang menarik, nama Warung Bu Komang sama sekali tak terkait dengan nama sang pemilik.Bukan pula nama dari orangtuanya.     

"Nama Bu Komang saya pakai agar mudah diingat orang. Lidah orang juga lebih gampang mengucapkannya. Kalau pakai Ni Luh kan kurang familiar dan susah diingat," tutur Armini kepada Tribun Bali.
Warung Bu Komang buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB.
Warung ini menyediakan berbagai macam kuliner khas Bali, yang membuat Anda serasa berada di Bali.
Selain babi guling, juga tersedia aneka hidangan menu babi.
Seperti babi goreng crispy, babi kecap, babi goreng rempah sate, babi plecing kangkung, lawar, sate lilit, tum, hingga urutan.

Ada juga ayam betutu serta macam-macam jajanan khas Bali hingga berbagai menu rujak khas Bali.
Untuk menu nasi campur, satu porsi seharga Rp 20.000.
"Saya ini masak sendiri dengan dibantu juru masak. Nguling pun kita sendiri. Setiap hari nguling satu ekor. Dulu saya sempat pelihara sendiri babi untuk diguling. Tapi sekarang sudah tidak pelihara babi lagi karena pemeliharaannya agak susah. Sekarang babi beli untuk diguling sehari-harinya," kata Armini.       
Menurut perempuan asal Desa Dangin Tukad Aya, Kabupaten Negara, ini, pelanggannya bukan hanya orang Bali yang merantau ke Jogja.

Warung Bu Komang
foody.id

Tapi juga banyak orang-orang Jawa, keturunan Tionghoa, atau Batak.

Hebatnya, pelanggan Warung Bu Komang tak hanya di Jogja atau orang-orang yang datang ke Kota Gudeg.

Tapi juga sampai Bandung, Jawa Barat.

"Ya, saya sering mendapat pesanan dari Bandung. Mereka bisa pesan 40 porsi atau lebih saat ada acara," tutur Armini di sela-sela kesibukannya menyiapkan pesanan pembeli.

Warung Bu Komang sudah berdiri sejak 2002.

Awalnya hanya warung kecil. Namun sekarang menjadi warung besar dengan luas sekitar 2 are.      

"Ini sudah tiga kali renovasi. Dari awalnya kecil, kemudian berkembang menjadi lebih besar. Sekarang kita renovasi lagi supaya memiliki kapasitas lebih banyak," ujar Armini.

Saat Tribun Bali mampir di Warung Bu Komang, tampak beberapa bagian bangunan memang sedang dalam perbaikan.

Seorang tukang juga sempat berdikusi dengan Armini soal rancangan bangunan.

Selain Warung Bu Komang, ada juga kuliner khas Bali lainnya di Warung Bima Kroda.

Lokasi warung ini juga dekat dari pura yakni di daerah Sorowajan RT12 RW11 Banguntapan.

Bima Kroda buka setiap hari kecuali Selasa.

Selain masakannya, suasana Bali juga sangat terasa di warung ini.

Beberapa pernak-pernik warung menunjukkan ciri khas Bali seperti khiasan rangda di kasir dan pohon di depan warung dibelit dengan kain poleng.

Slogan Warung Bima Kroda sangat menarik.

"Warung Bali bukan untuk umum." Tulisan tersebut terpampang di papan nama.

Sang pemilik ingin menunjukkan warung ini memang bukan untuk umum karena menunya serba babi dan menu yang paling utama adalah babi guling.

Untuk mendapat informasi terkait keberadaan Warung Bu Komang dan Bima Kroda, Anda bisa mengakses lewat internet.

Di sana Anda akan mendapat banyak informasi, yang membuktikan kedua warung khas Bali ini sudah sangat terkenal seantero Jogja.



Sumber