Perut Gendut Logo

Tahu Susu Lembang

Jangan tertipu dengan lokasinya yang menyerupai SPBU, karena yang dijual di sini ternyata bukan bensin, melainkan tahu. Lho, kok, bisa?

Tahu Susu Lembang

Tahu Susu Lembang
http://us.images.detik.com & http://www.adadiskon.com

Di awal tahun 2008, Perry Tristianto, pengusaha factory outlet (FO) dan rumah makan di Bandung, tertarik ingin mengembangkan tahu. “Di pelosok Nusantara ini, kan, tahu sangat mudah ditemukan, tapi rasanya begitu-begitu saja. Makanya beliau berencana membuat terobosan dengan menciptakan tahu dengan resep yang berbeda,” ujar Supervisor Tahu Lembang, Dede Arif Budiman (28).

Hal pertama yang dilakukan Perry adalah mencari campuran tahu yang bahannya tidak sulit ditemukan di kota tinggalnya. Setelah mencari, akhirnya dipilihlah susu sapi, salah satu produk yang terkenal di Lembang. Setelah diujicoba beberapa kali, kemudian dibukalah Tahu Susu Lembang (TSL) pada 22 Desember 2008. “Selain memproduksi susu, Lembang, juga merupakan kota tujuan wisata para wisatawan lokal. Tempat kami ini dekat dengan Tangkuban Perahu, lho.”

Meski dicampur susu, bahan dasar tahu ini tetaplah kacang kedelai. Keduanya diolah bersama mentega, sehingga bisa menghasilkan susu dengan tekstur yang lebih halus dan lembut, serta mengandung protein yang sangat tinggi.


Tahu Susu Lembang
http://4.bp.blogspot.com

Dengan rasanya yang unik, TSL dapat dengan mudah menjadi makanan kesukaan warga Bandung dan sekitarnya. Belum lagi dengan konsep tempat dan cara transaksinya yang unik. Ketika memasuki wilayah TSL, pengunjung akan disambut layaknya memasuki area SPBU, tapi bertuliskan POM Tahu. Setelah dicek, ternyata itu drive thru TSL yang memang menyerupai SPBU, dan POM Tahu itu kepanjangan dari Pusat Orang Makan Tahu. “Banyak memang pengunjung yang terkecoh. Kami sebenarnya enggak berniat menipu, tapi trik ini ternyata cukup berhasil untuk menarik konsumen baru. Ha ha ha,” kata Dede sambil tertawa.

Setiap hari, TSL memproduksi tahunya di tempat. Jumlah produksinya sangat relatif, antara 5 ribu (hari biasa) hingga 20 ribu (hari libur) tahu. Harganya Rp 10 ribu untuk tahu goreng (isi 10), tahu bungkus, atau tahu bantal (isi 5), dan Rp 15 ribu untuk tahu cetak atau takus (isi 10).

Menurut Jamal , Kepala Produksi TSL, tahu susu ini dapat diolah dalam beragam masakan (rebus, oseng, dan lainnya), jadi tidak hanya digoreng saja. “Kami buat tekstur berbeda untuk tahu yang digoreng di tempat dengan yang mentah. Untuk yang dimakan di sini (goreng) tahunya lebih lembek, tapi keduanya sama-sama lembut, kok,” ujar Jamal.

Jamal menyarankan, jika ingin mendapatkan tahu goreng yang crispy atau renyah, konsumen harus menggoreng tahu dengan minyak bersuhu panas tinggi. “Usahakan tahunya tergenang di dalam minyak. Tahu susu ini sudah asin, kok, jadi tidak perlu direndam dengan air garam lagi.”

Lokasi TSL sangatlah luas. Lahan 2 hektar yang awalnya sebuah kandang kuda itu tidak hanya diisi POM Tahu, tempat produksi, toko oleh-oleh, dan lokasi outbound saja, tapi ada juga sekitar 10 kios yang menjual aneka olahan TSL. Seperti kios kupat tahu lembang, tahu brintik, tahu mendoan, tahu pletok, tahu kecap, batagor tahu, kembang tahu, tahu krispi, dan masih banyak lagi.

“Jujur, kami sudah sangat sibuk mengurus produksi, makanya soal olahannya kami percayakan kepada sejumlah tenant kami di sini. Semua olahan itu sudah melewati proses ujicoba dari kami, kok,” tambah Dede.

Tak hanya memikirkan soal rasa, kemasan TSL juga diusahakan tampil semenarik mungkin. Selain untuk menambah nilai jual, juga agar sesuai dengan harganya yang relatif mahal dibandingkan tahu yang ada di pasaran. Pilihan pun jatuh pada kemasan kue brownies untuk tahu cetak dan besek bambu untuk tahu bantal.


Tahu Susu Lembang
http://3.bp.blogspot.com

Sementara ini, TSL tidak membuka cabang di mana pun selain di Jl. Raya Lembang No.177, Bandung. Katanya, pemiliknya ingin mempatenkan resep produknya dulu. Secara legal, ini untuk mengantisipasi agar nasib TSL tidak sama seperti tahu sumedang, yang bisa diproduksi di mana saja.

Bagi Anda yang sedang berwisata ke Kota Lembang dan tertarik untuk singgah, Anda bisa berkunjung setiap hari pukul 09.00-21.00. Selamat mencoba!



(source: tabloid Nova)