Perut Gendut Logo

Sate Taichan Bang Ocit
Image : assets.kompas.com

Perut Gendut - Sate dengan daging ayam ini selalu dikerumuni pembelinya setiap malam bahkan sebelum tendanya buka. Walaupun penjual sate taichan sudah tersebar di banyak tempat, warung tenda ini tidak pernah sepi pembeli. Jika Anda melintasi jalan Asia Afrika Senayan, Jakarta di atas pukul 21.00 WIB, Anda akan melihat banyak titik kerumunan orang. Mereka memenuhi berbagai tenda kuliner salah satunya Sate Taichan Bang Ocit, yang begitu tersohor di Senayan. Puluhan mobil mewah terparkir menutupi dua tendanya yang hanya berukuran empat meter persegi. Mobil-mobil yang terparkir tak jarang yang membuka bagasi belakangnya untuk tempat mereka menyantap sate taichan di sini.

Bagi yang tidak membawa kendaraan dan kehabisan tempat, harus rela menyantap sate tersebut sambil berdiri. Jika lazimnya sate berwarna kecoklatan karena bumbu dan proses pembakaran. Sate ini malahan berwarna putih, sesuai warna daging ayam. Inilah ciri khas sate taichan. Ciri khas lainnya adalah rasanya yang ada selintasan rasa asam dan gurih, berpadu dengan rasa pedas. Puluhan kursi dan meja yang disediakan pun tidak cukup untuk menampung pembeli yang semakin malam terus membludak, tidak hanya di akhir pekan tapi pada malam hari biasa selalu ramai pembelinya.

Sate Taichan Bang Ocit
Image : assets.kompas.com

Menurut salah satu pemiliknya yaitu Bang Ocit mengatakan kenapa satenya sangat ramai dikunjungi pembeli, karena tersebar dari mulut ke mulut dan media sosial para pembelinya.

Sate Taichan Bang Ocit tersebut berdiri mulai sejak 2012 bersama tiga penjual lainnya di sekitar Senayan juga, yaitu Sate Taichan Bang Amir dan Bang Heri. Ketiganya memiliki tempat yang tidak berjauhan, ketiganya pula memiliki pelanggan yang sangat ramai setiap malamnya.

Bang Ocit juga menambahkan walaupun ketiganya saling kenal mereka menggunakan teknik tersendiri dalam membuat sambalnya. Menurutnya sambal taichan miliknya memiliki tingkat kepedasan di atas yang lainnya.

Selain itu, kunci menarik pelanggan lainnya ialah interaktif dengan pembeli, salah satunya dengan celotehan-celotehan khasnya seperti "Cuocokk!" dan “Okeh kalau begitu!”. Beberapa pembeli yang lelah mengantre pun tak jarang tertawa.

Sate Taicha Bang Ocit
Image : assets.kompas.com

Tampilan Sate Taichan putih pucat dikarenakan sate tersebut tidak menggunakan bumbu kacang dan kecap sama sekali.

Dalam satu tusuknya terdiri dari daging dan kulit ayam. Kelembutan dagingnya akan membuat penasaran karena citarasa khas taichan yaitu asam, asin, dan pedas pun sangat terasa.

Bang Ocit pun memaparkan prosesnya cara membuat Sata Taichan, daging ayam dan kulit segar ditusuk Setelah itu dipanggang di atas bara api selama tiga hingga lima menit saja. Sate yang sudah matang tersebut dilumuri minyak sayur, perasan jeruk nipis, dan taburan penyedap rasa.

Bagi PG'ers yang penasaran ingin mencoba, datanglah sebalum pukul 21.00 untuk menghindari antrian yang panjang. Lokasi Sate Taichan Bang Ocit berada di kawasan Patal Senayan, Jalan Asia Afrika, persis di seberang patung panahan Senayan.




Sumber: travel.kompas.com