Perut Gendut Logo

Sydney
altmedia.net.au

Pada kesempatan kali ini, kembali tim Perut Gendut mengunjungi negeri kangguru, Australia. Dengan menggunakan Qantas Airlines, kami mengudara Bandara Soekarno Hatta menuju Sydney Airport Kingsford Smith. Estimasi waktu untuk tiba di tempat tujuan kurang lebih sekitar 7 - 8 jam. Tentunya cukup lama untuk membuat perut kami lapar. Untung saja sebagai salah satu armada penerbangan yang terbaik di dunia, Qantas Airlines dapat membuat para penumpang menghabiskan waktu dengan cukup nyaman di dalam pesawat.

Perut Gendut Goes To Sydney

Karena penerbangan kami adalah pukul 8.20 malam, perut kami sudah sedikit lapar ketika memasuki pesawat. Hingga akhirnya pesawat lepas landas, kami hanya ditemani oleh air mineral yang telah dibagikan sebelumnya oleh para kru pesawat. Untung saja tidak lama kemudian, para kru pesawat mulai membagikan makan malam kepada para penumpang. Sambil mendorong troli berisi makanan, dengan ramah para kru menanyakan kepada kami apa yang hendak kami santap sebagai hidangan makan malam.

Perut Gendut Goes To Sydney

Setelah beberapa saat melihat menu, kami memutuskan untuk menyantap rendang sebagai hidangan makan malam. Namun jangan mencari kata "rendang" di dalam menu ya PG'ers, karena di dalam menu kata "rendang" ditampilkan sebagai "beef curry".  Tentu saja hal ini membuat beberapa penumpang, terutama orang asing, bertanya apakah yang dimaksud dengan "beef curry" ini adalah kari dari India. Setelah memilih, kami pun diberikan kotak makan dari alumunium, berisikan daging rendang, sayuran dan nasi yang telah ditata dengan rapi di dalamnya.

Perut Gendut Goes To Sydney

Meskipun Qantas Airlines adalah penerbangan Australia, namun kami menemukan produk kebanggaan bangsa Indonesia di dalam kotak makan malam kami hari ini: kerupuk udang goreng Vinna dan sambal ABC. Suatu hal yang sepele, namun menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai warga negara Indonesia melihat produk-produk Indonesia digunakan oleh industri internasional.

Perut Gendut Goes To Sydney

Perut Gendut Goes To Sydney

Setelah selesai makan, kami pun beristirahat. Seperti penumpang lainnya, sebagian dari kami memutuskan untuk tidur, sedangkan sebagian lagi memilih mendengarkan musik ataupun menonton. Tanpa terasa perjalanan kami pun hampir berakhir. Sekitar 1 jam sebelum mendarat di Sydney, para kru Qantas kembali membagikan snack yang terdiri dari buah, muffin dan yoghurt. Selain itu diberikan juga minuman berupa teh atau kopi.

Kurang lebih satu jam kemudian, kami mendarat di Sydney pada pagi hari. Dengan perbedaan waktu 3 jam lebih cepat dari Jakarta,  tentu saja kami masih mengantuk. Kami melihat jam dan waktu menunjukkan pukul 7 pagi, berarti di Jakarta masih pukul 4 pagi. Lelah pastinya, namun hati kami gembira mengingat kami akan menjelajahi Sidney dan mencoba aneka hidangan kuliner di sana.

Perut Gendut Goes To Sydney

Gambar : theisaacfreemanblog.files.wordpress.com