Perut Gendut Logo

Ngohiang Khas Bogor

PERUT GENDUT - Dari sejarahnya, kota-kota di Indonesia tidak terlepas dari warga keturunan cina. Biasanya ada kawasan atau daerah yang sangat kental sosial dan budayanya. Dari segi arsitektur misalnya, biasanya kental dengan nuansa ruko dimana desain bangunannya merupakan konsep gabungan antara rumah (tempat tinggal) di bagian atas dan toko di bagian bawahnya. Tidak ketinggalan kulinernya, selain toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari mulai dari perkakas, kelontong sampai dengan restoran-restoran yang tentu saja dengan cita rasa chinese food yang khas. Kawasan seperti ini biasanya disebut dengan kawasan atau daerah pecinan. Di Bogor kawasan pecinan bisa kita jumpai di sepanjang Jalan Suryakencana sampai dengan Jalan Siliwangi di paling ujungnya. Jika jalan-jalan ke Bogor siapa sih yang tidak kenal Jalan Suryakencana, apalagi salah satu sudutnya, Gang Aut, kuliner sekitarnya sudah sangat banyak dikenal oleh para-pelancong.

Ngohiang Khas Bogor

Terletak di ujung kawasan pecinan Kota Bogor yaitu di Jalanan Siliwangi, ada kuliner yang mungkin bagi sebagian orang agak kurang familiar dengan namanya. Ngohiang namanya, agak asing mungkin di telinga, tapi percayalah ternyata Ngohiang Bogor ini adalah kuliner dari kawasan Pecinan yang khas Bogor. Saya pun baru-baru ini menyadarinya ketika hampir setiap hari melewati Jalan Siliwangi. Nah seringkali membaca menu Ngohiang Khas Bogor di salah satu restoran sukses membuat saya penasaran untuk segera mampir untuk mencicipi kuliner khas Bogor ini.

Gambar-2

Untuk tempatnya sendiri tidak terlalu istimewa, standar restoran Chinese Food, bangku-bangku dan meja untuk makan. Salah satu yang khas dari restoran Chinese Food adalah letak dapur masaknya yang berada di depan. Pengunjung jadi bisa melihat langsung proses pembuatan masakannya. Semua proses masaknya terlihat, mulai dari persiapan sampai dengan eksekusi dan platingnya. Untuk yang suka memasak jadi bisa mengintip bumbu-bumbu yang dipakainya.

Menu Ngohiang Khas Bogor

Di daftar menu selain menu Ngohiang, ada pula menu lainnya seperti Laksa Ayam, Batagor, Siaomai, Baso Kuah, Soti Mie sampai nenasian seperti Nasi Rames dan Nasi Tim. Lengkapnya bisa liat foto diatas tuh. Dan untuk minumnya terasaji di menu aneka es seperti es campur, es teler, es dawet, es terong belanda juga aneka jus dan tidak ketinggalan berbagai minuman ringan seperti tek botal dan minuman bersoda. Karena memang niat mencicipi Ngohiang Bogor, untuk kali ini saya pilih Ngohiang Campur dan Es Terong Belanda sebagai teman dalam rangka menunggu “Nyonya Besar” sedang perawatan.

Tidak lama setelah pesan, Ngohiang Campur dan Es Terong Belanda pun disajikan di atas meja. Mari kita bahas satu-satu mulai dari Es Terong Belanda. Sengaja saya pilih ini karena jarang-jarang restoran yang punya menu Es Terong Belanda. Biasanya ditempat lain pun dilabeli Jus Terong Belanda, karena Terong Belanda sendiri kan sebenarnya termasuk buah-buahan. Di restoran ini Es Terong Belanda-nya enak, cukup kental, lebih ke arah jus atau smoothies lebih tepatnya. Rasanya menyegarkan, kalau belum pernah mencicipi terong belanda, boleh lah saya gambarkan sebagai campuran rasa antara mangga, jambu dan jeruk. Memang khas sih, agak susah mendeskripsikannya, makanya wajib dicoba deh. Pas banget diminum di siang hari yang panas.

Ngohiang Campur komposisinya terdiri dari Ngohiangnya itu sendiri, kentang dan tahu lalu dilengkapi oleh acar yang khas. Acarnya dibuat dari bengkoang yang diiris sangat tipis dan wortel yang juga dirisi tipis. Rasa acaranya manis tidak seperti acar biasa. Rasa ini mengingatkan saya akan acar bawang di restoran mie aceh, hanya bedanya di restoran mie aceh terdiri dari bawang merah, disini terdiri dari wortel dan bengkoang. Unsurnya bengkoangnya mengejutkan, jarang-jarang loh bengkoang dijadikan acar.

Ngohiang Khas Bogor

Penyajian Ngohiang Campur ini seperti batagor atau siomay, karena semua bahan setelah di letakan dalam piring kemudian diguyur oleh saus atau bumbu kacang. Saya lebih suka menyebutnya saus kacang karena teksturnya agak encer dan sangat lembut. Rasanya sendiri mengingatkan saya akan rasa saus kacang dari doclang khas Bogor. Jika saus kacang doclang itu agak lebih kental dan pekat, nah untuk Ngohiang Bogor sendiri lebih encer lagi dan lebih lebut lagi. Saus kacangnya bisa diseruput, tambah seru jika ditambahkan sambal yang disediakan. Gurih, manis dan pedas rasanya dengan dominan rasa manis.



Sumber