Perut Gendut Logo

Bebek Bengil


Bebek bengil alias bebek 'kotor' merupakan makanan khas Bali. Dalam bahasa masyarakat setempat, 'bengil' memang berarti 'kotor'. Lantas apakah kita menjadi sakit perut setelah menyantap hidangan ini? Ternyata tidak demikian. Yuk kita simak sejenak ulasan mengenai si bebek 'kotor' ini.

Asal Usul

Sejujurnya saya tersenyum sendiri ketika membaca asal mula nama restoran ini. Asal mula nama Bebek Bengil ternyata berawal dari ketika restoran ternama ini hendak didirikan. Pemilik restoran ini telah mendapatkan banyak masukan mengenai nama restoran dari teman dan kolega mereka. Akan tetapi, nama-nama tersebut terasa kurang pas oleh mereka. Mereka menginginkan suatu nama khas Bali yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sehingga dapat menjadi suatu ciri khas unik dari restoran ini. Hingga pada suatu pagi hujan turun, dan restoran hampir selesai dibangun (lantai sudah selesai dipasang dan meja-meja tengah disusun), datanglah segerombolan bebek dari sawah di seberang jalan. Gerombolan bebek itu berjalan ke dalam restoran, mengotori lantai dan meja yang tengah disusun. Jejak kaki berlumpur mereka mengotori seisi ruangan yang tengah disusun. Ya, itulah para pengunjung pertama restoran ini, para "bebek bengil".

Bebek Bengil
Bebek Bengil di kawasan Nusa Dua


Nikmatnya Menyantap si Bebek "Kotor"

Ketika berlibur di Bali beberapa saat lalu, kami menyempatkan waktu untuk bersantap malam di restoran kenamaan ini. Lokasi utama dari restoran ini sebenarnya berada di Ubud. Akan tetapi ketika kami berkunjung ke daerah Nusa Dua, ternyata restoran ini baru saja membuka cabang di sana. Setelah puas bermain di kawasan pantai Nusa Dua, maka kami memutuskan untuk makan malam di restoran yang namanya sudah terkenal kemana-mana ini.

Ketika masuk ke dalam kawasan restoran, kami disambut dengan ramah oleh beberapa pelayan. Di sana, pengunjung dapat memilih ingin duduk di dalam ruangan atau di luar ruangan. Kami memilih untuk duduk di luar ruangan, dimana tempat makan berupa pendopo-pendopo yang dihiasi cahaya temaram dan ditemani suara debur ombak, karena lokasinya memang tepat di pinggir pantai.

Setelah membuka menu selama beberapa saat, kami memutuskan untuk memesan Smoked Duck dan beberapa porsi Bebek Bengil, hidangan khas tempat ini. Untuk minuman, kami memesan teh dan juice sebagai penghilang dahaga. Tidak lama menunggu, minuman pesanan kami keluar terlebih dahulu. Segar rasanya meneguk minuman ini setelah puas bermain di pantai. Suasana yang damai dan nyaman di sisi pantai hampir membuat kami mengantuk. Mungkin kami sudah tertidur jika bukan perut kami sudah berteriak kelaparan.

Kurang lebih 20 menit menunggu, hidangan pesanan kami diantarkan ke meja. Smoked Duck dihidangkan terlebih dahulu, dimana Smoked Duck ini berupa seekor bebek utuh yang disajikan di atas piring besar. Tidak hanya itu, seporsi Smoked Duck ini juga disajikan dengan sepiring nasi putih, seporsi sate, sepiring urap. Selain itu sebagai bonus tambahan dari paket ini, kami juga mendapatkan 2 gelas mixed juice secara cuma-cuma. Lumayan kan?

Bebek Bengil
Smoked Duck Set

Bebek Bengil
Bebek Bengil

Kami memutuskan untuk menunggu Bebek Bengil pesanan kami keluar sebelum menyantap makan malam bersama-sama. Bebek Bengil merupakan ciri khas dari restoran ini, sehingga kami memutuskan untuk memberikan 'kehormatan' bagi hidangan tersebut untuk memasuki perut kami terlebih dahulu. Tidak lama menunggu, beberapa porsi Bebek Bengil dihidangkan di atas meja. Ternyata hidangan Bebek Bengil ini merupakan bebek yang digoreng hingga sangat crispy. Porsinya pun cukup besar, sehingga semakin menambah selera makan kami semua.

Maka makan malam kami pun dimulai. Saya mengambil beberapa bagian dari si Bebek Bengil untuk diletakkan di piring saya. Tidak lupa menyendokkan 2 jenis sambal yang disediakan untuk menambah nikmatnya hidangan makan malam kami ini. 2 jenis sambal yang disediakan ini terdiri atas semangkok sambal berisi campuran bawang, cabe, dan minyak kelapa. Mungkin jika dideskripsikan, sambal ini mirip dengan sambal dabu-dabu khas Menado. Sedangkan 1 jenis sambal lagi mirip dengan sambal terasi biasa, tapi mungkin dengan bahan yang berbeda karena saya tidak mencium bau terasi sama sekali di sana.

Ketika masuk ke mulut, gurihnya bebek segera menyebar ke seluruh penjuru mulut. Ditambah dengan sambal dan nasi putih, makan malam saya hari itu benar-benar menyenangkan. Rasa bebek bengil ini juga cukup khas, bumbu meresap hingga ke dalam daging dengan sempurna. Sambil terus makan, saya juga mengambil beberapa potong Smoked Duck dan sate. Rasa sate juga tidak kalah sedapnya dengan hidangan utama, sedangkan rasa Smoked Duck sangat khas, dimana didominasi dengan aroma rempah-rempah.

Makan malam kami hari itu berakhir dengan sukses. Kami sampai menambah nasi beberapa kali, karena selain lapar, porsi dari makanan yang kami pesan juga cukup banyak. Untuk rasa, saya sangat merekomendasikan restoran ini untuk dikunjungi jika Anda berkunjung ke Bali. Jangan lupa untuk memesan Bebek Bengil jika Anda berkunjung ke restoran ini, karena menurut saya Bebek Bengil merupakan hidangan wajib yang harus Anda pesan di tempat ini. Gurihnya daging bebek dan crispy-nya kulit yang digoreng kering harus Anda rasakan sendiri dengan lidah Anda.

Bagi Anda yang berada di Jakarta, Anda juga tidak perlu jauh-jauh ke Bali. Hidangan Bebek Bengil ini dapat Anda nikmati di Jakarta, tepatnya di The Ubud Building, Menteng.

Bebek Bengil
Sate di Bebek Bengil

Bebek Bengil
Mixed Juice

Bebek Bengil
Suasana Outdoor di Bebek Bengil Nusa Dua

Bebek Bengil
Suasana Outdoor di Bebek Bengil Nusa Dua

Bebek Bengil
Suasana Indoor Bebek Bengil Nusa Dua



Lokasi :
Bebek Bengil Restaurant Ubud
Jalan Hanoman, Padang Tegal Ubud
Telp: 0361 - 975489/977675
Fax: 0361 - 975489

Bebek Bengil Restaurant Jakarta
The Ubud Building Jl. H. Agus Salim no 132 Menteng - Jakarta Pusat
Telp: 021 - 3918016
Fax: 021 - 3917721

Bebek Bengil Restaurant Nusa Dua
The Bay Bali Area BTDC Lot C - 0 Nusa Dua
Telp: 0361 - 8948111
Fax: 0361 - 8948110