Perut Gendut Logo

Diantara Laki-Laki Dan Perempuan Siapa Yang Lebih Banyak Makan
(hellosehat.com)






Perut Gendut - Berbicara soal kecepatan makan, laki-laki selalu bisa menyantap makanan lebih cepat dibandingkan perempuan. Bahkan porsinya pun bisa lebih banyak. Mereka pun dapat mengahabiskan makanan dalam waktu beberapa menit, bahkan hitungan detik.


Sekelompok peneliti dari Universitas Semyung di Korea Selatan melakukan sebuah studi untuk lebih memahami mengenai perbedaan mengunyah dan makan antara laki-laki dan perempuan. Mereka juga ingin menemukan apakah pola mengunyah dapat memengaruhi berat badan.

Dalam studi mereka, yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior, mereka menemukan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kecepatan mengunyah yang sangat berbeda. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa obesitas dipengaruhi oleh proses mengunyah makanan.

Meski Anda sering mengabaikannya, mengunyah makanan memiliki peranan penting dalam proses awal pencernaan makanan. Gigi membantu membuat makanan menjadi lebih halus sehingga dapat dengan mudah dicerna oleh enzim pencernaan.

Studi ini dilakukan untuk menginvestigasi terapi obesitas, dengan memodifikasi pola makan. Cara Anda mengunyah makanan dan seberapa cepat Anda mengunyahnya akan memengaruhi jumlah makanan yang Anda konsumsi dalam waktu sekali makan.

Umumnya, orang-orang yang mengalami obesitas cenderung mengunyah makanan lebih cepat, sehingga terkadang mereka menelan makanan bulat-bulat, dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat tubuh normal.

Diantara Laki-Laki Dan Perempuan Siapa Yang Lebih Banyak Makan
(informasiajib.info)


Beberapa peneliti lainnya mengatakan proses makan dan mengunyah yang lebih lama benar-benar berhubungan dengan penurunan berat badan karena akan memperpanjang masa pengaturan hormon ghrelin, yang dikenal sebagai hormon rasa lapar. Hal ini akan membantu Anda lebih cepat kenyang, meski makan dengan porsi yang lebih sedikit.

Penelitian ini dilakukan terhadap 24 laki-laki dan 24 perempuan. Mereka diberi elektroda yang melekat pada otot-otot rahang mereka. Setiap peserta diminta untuk mengonsumsi 152 gram nasi putih, sementara peneliti mengukur gigitan mereka, jumlah makanan yang tertelan setiap menit, dan jumlah mengunyah.

Para peneliti menemukan bahwa laki-laki mengunyah lebih cepat dan memiliki ukuran gigitan yang lebih besar daripada perempuan. Sementara perempuan mengunyah makanan lebih lama sehingga membuat mereka cepat kenyang.

Meski dalam studi tersebut ditemukan perbedaan yang signifikan antara pola mengunyah laki-laki dan perempuan, hal itu tidak sepenuhnya menjelaskan apakah mengunyah berhubungan langsung dengan kenaikan berat badan atau penurunan berat badan.

Mengunyah lebih cepat dan menelan porsi makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat mungkin menjadi salah satu faktor penentu obesitas. Namun, hal-hal lain seperti aktivitas fisik, depresi, dan genetika juga harus dipertimbangkan untuk menentukan penyebab obesitas seseorang.











(sumber: cnnindonesia.com)