Jenis-Jenis Durian Lokal
by showoff | 19 December 2012

Durian.. Siapa yang tidak mengenal buah yang satu ini?  Nama durian diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri, buah ini pun mendapat julukan "raja dari segala buah" (King of Fruit). Biasanya durian yang lebih terkenal adalah durian monthong yang berasal dari Thailand, tapi tahukah Anda bahwa durian lokal asli Indonesia pun cukup banyak dan rasanya tidak kalah dengan durian monthong. Berikut beberapa durian lokal yang cukup populer.

Durian Petruk (Jepara, Jawa Tengah)


sumber (oemahdurenruby.com)

Buahnya berbentuk bulat telur dengan warna hijau kekuningan. Duri kulitnya berbentuk kerucut kecil dan rapat. Buahnya mempunyai bobot buah 1 – 2½  kg. Daging buah agak tebal, berlemak, berwarna kuning, bertekstur agak lembek, berserat halus, beraroma sedang atau tidak begitu tajam. Durian ini juga dijuluki "bantal emas" karena dagingnya tebal mirip bantal keemasan.

Durian Lai (Pampakin, Kalimantan)


sumber (restovarius.wordpress.com)

Di Kalimantan Timur disebut durian lai, di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah biasa disebut pampaken atau pampakin. Dagingnya berwarna oranye dengan rasa manis seperti ubi. Bagi penggemar durian mungkin kurang legit, kandungan alkoholnya sedikit, tapi baunya tidak terlalu menyengat.

Durian Matahari (Cimanggu, Bogor)


sumber (durianunggul.wordpress.com)

Dinamai matahari lantaran warna dagingnya kuning cerah. Buahnya bulat panjang dengan warna kulit hijau kecokelatan dan tebal 0,5-1 cm. Durinya besar, runcing, jarang, dan bengkok. Berat buah 2 - 3,5 kg. Daging buah tebal, kering, berlemak, tekstur halus, aroma tidak tajam, dan manis. Keunggulan durian ini adalah lebih tahan hama penyakit daripada durian lainnya.

Durian Sukun (Karanganyar, Jawa Tengah)


sumber (buahbuahku.wordpress.com)

Bentuk buahnya bulat panjang dan berwarna kekuningan. Duri kulit buahnya berbentuk kerucut, kecil, dan rapat. Berat buah 1½  - 2½  kg. Daging buah sangat tebal, kering berlemak, tekstur halus, putih kekuningan, harum, dan manis.

Durian Otong (Parung, Bogor)


sumber (promolagi.com)

Dikenal juga sebagai varietas durian monthong di Thailand. Buahnya memanjang dengan bagian ujung dan pangkal meruncing. Warna kulit kekuningan. Durinya berbentuk kerucut, berukuran kecil, dan agak rapat. Berat buahnya 2 - 4 kg. Daging buah tebal, kering, kurang lemak, kuning, bertekstur sangat halus, beraroma tidak begitu tajam, dan bercita rasa sangat manis.

Durian Gundul (Lombok, Nusa Tenggara Barat)


sumber (lembahpinus.com)

Durian ini benar-benar tak ada duri sehingga membingungkan jika disebut durian. Permukaan kulitnya mirip batok kelapa, berwarna kecokelatan dan keras. Rasa dagingnya manis dan bercampur gurih sedikit pahit, tak kalah dibandingkan dengan durian monthong. Bijinya tergolong besar sementara daging buahnya tipis.

Durian Bokor (Majalengka, Jawa Barat)


sumber (edukasi.kompasiana.com)

Dikenal juga sebagai durian aden. Buahnya berbentuk bulat panjang dengan warna kulit hijau kekuningan. Duri kulit buahnya besar tersusun jarang. Berat buah 3 - 4 kg. Warna daging buah kuning, cukup tebal, kering, aroma harum, dan sedikit manis.

Durian Tembaga (Kampar, Kepulauan Riau)


sumber (zouldahanblog.blogspot.com)

Bentuk buahnya bulat sempurna dengan duri kulit buahnya berbentuk lancip, langsing, dan rapat. Berat buah 2 – 3½  kg. Daging buah berwarna kuning pekat seperti tembaga, sangat tebal, berlemak, tekstur halus, sangat harum, dan sangat manis.

Durian Ajimah (Ciomas, Bogor)


sumber (trubus-online.co.id)

Durian ini mempunyai daging buah yang tebal, berwarna kuning muda, kering, dan teksturnya berserat. Rasa durian ajimah ini manis-agak pahit dan bijinya kecil.